Bau busuk, nyamuk dari sungai yang tertutup sampah menghantui warga Bekasi

Bau busuk, nyamuk dari sungai yang tertutup sampah menghantui warga Bekasi. Warga yang tinggal di sekitar Sungai Jambe di Kabupaten Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, telah dipaksa untuk melakukan kegiatan sehari-hari mereka selama tiga bulan terakhir di tengah bau yang tidak enak dan lalat berdengung ke dalam rumah mereka sebagai akibat dari masif jumlah limbah rumah tangga yang mencemari sungai.

Agen judi slot online – Lapisan sampah, mulai dari kantong plastik, karung beras hingga barang-barang seperti ransel, sandal dan karpet menutupi sungai sejauh 500 meter, menutupi perairan sungai, yang telah mengering karena musim kemarau saat ini.

Usman, seorang penduduk lokal berusia 51 tahun, mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dia melihat Sungai Jambe tersumbat hingga tidak bisa mengalir seperti biasa dan sampah itu tidak hanyut terbawa arus.

“Sungai itu tidak pernah tercemar dengan jumlah limbah yang begitu besar. Meskipun ada sampah sebelumnya, air masih bisa mengalir dengan lancar, ”katanya kepada tribunnews.com.

Akibat situasi ini, penduduk setempat Judi slot online tidak lagi bisa memancing di sungai seperti dulu, kata Usman. “Tidak mungkin melakukan itu sekarang; alih-alih menangkap ikan, orang hanya akan menangkap sampah. ”

Wasti, seorang warga lainnya, mengatakan bahwa ia bahkan sulit tidur karena aroma mengerikan yang berasal dari sampah di sungai.

“Bau busuk dari sungai memenuhi setiap sudut rumah saya, terutama di malam hari karena angin lebih kencang,” kata pria 44 tahun itu, “Saya tidak bisa menghindarinya; Saya hanya harus tahan dengan itu. ”

Sampah juga membawa gerombolan lalat dan nyamuk ke daerah itu. “Bagian terburuknya adalah banyaknya nyamuk yang bersarang di sungai yang tercemar, saya benar-benar tidak tahan,” kata Wasti.

Marsad, 41, sependapat dengan Wasti, mengatakan ia harus membakar dua bungkus kumparan nyamuk setiap malam untuk menjauhkan mereka, terutama karena ia khawatir anak-anaknya bisa mendapatkan penyakit yang dipicu oleh gigitan nyamuk.

“Masalah nyamuk tidak pernah seburuk ini pada tahun-tahun sebelumnya,” katanya seperti dikutip kompas.com.

Baik Wasti dan Marsad mengklaim limbah itu tidak diproduksi oleh penduduk setempat, dengan mengatakan bahwa mereka tidak membuang sampah di sungai dan bahwa sampah tersebut berasal dari hulu dan terjebak di air dekat lingkungan mereka.

Wasti mengatakan penduduk setempat telah mencoba membersihkan sungai, tetapi upaya itu tidak berhasil. “Kami telah mendorong limbah ke hilir, tetapi dalam waktu kurang dari empat hari tumpukan sampah lainnya mulai mengalir dari hulu.”

Polusi sungai adalah masalah yang sudah berlangsung lama terutama di Bekasi, yang telah melihat sejumlah sungai di daerah tersebut menjadi sorotan karena dicemari dengan berton-ton sampah plastik yang menyumbat permukaan sungai dan mengganggu masyarakat.

Sebelumnya, Sungai Pisang Batu di desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, menjadi berita utama setelah tumpukan sampah sedalam 50 sentimeter membanjiri 1,5 kilometer di sepanjang sungai. Kegiatan pembersihan diluncurkan pada bulan Desember, mengambil administrasi lokal sebulan untuk menyelesaikan proyek.

Bulan lalu, Badan Lingkungan Hidup Bekasi mengangkat sekitar 50 ton sampah organik yang telah membanjiri sebuah sungai di Kecamatan Bahagia di Babelan, Bekasi Utara, menyusul protes dari warga setempat.

Pemerintah Kabupaten Bekasi telah berjanji untuk membersihkan Sungai Jambe sesegera mungkin.

Dodi Agus Supriyanto, kepala sanitasi di Badan Lingkungan Bekasi, mengatakan kantornya telah menerima laporan pencemaran parah di Sungai Jambe sekitar dua minggu lalu, tetapi mereka tidak dapat mengambil tindakan karena mereka tidak memiliki alat berat untuk membersihkan sungai. .

“Kami telah berkomunikasi dengan Badan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bekasi (PUPR) untuk membersihkan Sungai Jambe. Kami siap menyediakan tenaga dan truk sampah, tetapi kami tidak dapat menyediakan alat berat, ”katanya seperti dikutip oleh kompas.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *