Mahasiswa di Palembang meninggal saat pelatihan kelompok paramiliter

Mahasiswa di Palembang meninggal saat pelatihan kelompok paramiliter. Seorang mahasiswa telah meninggal selama pelatihan dasar untuk anggota kelompok paramiliter universitas (Menwa) di Palembang, Sumatra Selatan.

Agen judi casino online – Korban diidentifikasi sebagai 19 tahun Muhammad Akbar, seorang mahasiswa tahun kedua di Universitas Taman Siswa Palembang (Unitas). Pelatihan itu sendiri, yang terletak di desa Tanjung Senai di kabupaten Indralaya, jauh dari kampus korban, adalah latihan bersama dengan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Palembang.

Setelah serangkaian latihan praktik, Akbar dilaporkan menderita kram pada hari Rabu siang dan dibawa ke rumah sakit di Ogan Ilir.

Namun, dia meninggal sebelum dia dapat menerima Judi casino online perawatan intensif untuk cederanya. Jenazahnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polisi Bhayangkara di Palembang untuk diautopsi. Keluarganya mengirim jenazah ke rumah mereka di Semarang Borang untuk upacara pemakaman.

Komandan Menwa Sumatera Selatan Rano Karno mengatakan ada empat siswa dari Unitas yang berpartisipasi dalam pelatihan, termasuk Akbar. Dia mengklaim pelatihan satu minggu itu hanya dimaksudkan untuk memperkenalkan anggota baru pada konsep-konsep mengenai kelompok paramiliter.

“Tidak ada kekerasan fisik [selama kegiatan],” kata Rano.

Namun, Kepala Polisi Ogan Ilir Sr Cmr Imam Tarmudi mengatakan polisi sedang menyelidiki kemungkinan pelecehan fisik sehubungan dengan kematian Akbar. Dia mengatakan keluarga korban telah mengajukan agar kasus pelecehan fisik dibuka.

“Kami masih mengumpulkan pernyataan dari saksi sementara kami menunggu hasil otopsi untuk mengetahui tentang kematiannya,” kata Imam.

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa departemen forensik di Rumah Sakit Bhayangkara mencurigai bahwa Akbar adalah korban penyerangan, karena memar diduga ditemukan di sekujur tubuhnya.

Secara terpisah, rektor Unitas Joko Siswanto membenarkan bahwa Akbar adalah salah satu mahasiswa yang mengikuti pelatihan. Namun, Joko mengatakan pelatihan itu bukan kegiatan universitas.

“Universitas tidak terlibat dalam manajemen acara,” kata Joko, menambahkan bahwa kampus memungkinkan kelompok untuk mengikuti pelatihan karena diselenggarakan setiap tahun.

“Kejadian seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya. Itu sebabnya kami mengizinkan mereka untuk mengambil bagian di dalamnya. “(Dpk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *