Tersedak oleh kelalaian kita sendiri

Subjek kabut asap dari maraknya pembakaran sampah di Jabodetabek menjadi terkenal karena absennya percakapan baru-baru ini tentang polusi udara di wilayah tersebut.

Agen judi slot online – Asap dari pembakaran sampah mencekik jutaan orang setiap hari, terutama di pagi dan sore hari, tanpa ada yang melakukan hal itu. Bahkan warga sendiri tidak menyadari bahwa kegiatan tersebut dapat dihukum berdasarkan beberapa undang-undang dan peraturan.

Di Jakarta, misalnya, tindakan tersebut dilarang berdasarkan dua undang-undang nasional tentang pengelolaan limbah dan perlindungan lingkungan, serta dua peraturan perundang-undangan. Undang-undang tahun 2009 mengatakan membakar sampah dapat membuat pelaku dipenjara hingga satu tahun atau maksimum Rp 1 miliar (US $ 70.937). Di Tangerang Selatan dan Tangerang di Banten, serta Bogor, Depok dan Bekasi di Jawa Barat, masing-masing peraturan menetapkan tiga bulan penjara sebagai hukuman atau denda hingga Rp 50 juta.

Namun kurangnya kasus pengadilan atau hukuman untuk pembakaran sampah adalah bukti bahwa pemerintah pusat dan daerah telah menutup mata judi slot online terhadap praktik ini, meskipun ada ancaman nyata terhadap kesehatan kita dan lingkungan.

Pada akhir Agustus, muncul laporan tentang seorang bayi yang menderita infeksi pernapasan, disalahkan karena kabut asap akibat pembakaran sampah di Kabupaten Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

Keluarga bayi berumur 1 bulan itu tinggal sekitar 150 meter dari sebidang tanah tempat orang membakar limbah berbahaya. Beberapa warga mengatakan praktik itu telah berlangsung selama bertahun-tahun; beberapa bahkan mengatakan membakar sampah adalah sumber pendapatan mereka.

“Orang-orang menyelamatkan [limbah] plastik berkualitas baik, lalu membakar sisanya,” kata seorang warga.

Kepala manajemen sanitasi Badan Lingkungan Jakarta, Ahmad Hariadi, mengklaim bahwa badan tersebut menjatuhkan hukuman tegas untuk menciptakan pencegahan terhadap pembakaran dan pengotoran sampah.

Namun, dia mengatakan para pejabat lebih sering menangkap tempat pembuangan ilegal daripada orang yang membakar sampah.

Salah satu alasan orang membakar sampah mereka adalah karena tidak ada layanan pengumpulan sampah yang dapat diandalkan. Namun, alasan utamanya adalah: Mengapa tidak? Mereka pikir lebih baik membakar sampah mereka daripada menumpuk seperti gunung. Orang-orang berpikir itu baik dan bahkan hal yang baik untuk dilakukan karena tidak ada yang memberi tahu mereka sebaliknya.

Bertahun-tahun tidak bertindak pemerintah hanya menunjukkan pihak berwenang sengaja menutup mata karena pembakaran sampah dianggap sebagai solusi untuk mengurangi limbah di kota metropolitan.

Tempat pembuangan sampah di Jakarta Raya, seperti Bantargebang untuk Jakarta, Cipayung untuk Depok, Cipeucang untuk Tangerang Selatan, Jatiwaringin untuk Kabupaten Tangerang, Sumur Batu untuk kota Bekasi dan Burangkeng untuk kabupaten Bekasi, semuanya dilaporkan kelebihan beban.

Masalah sampah kota tentu saja adalah tanggung jawab kita masing-masing. Kami, warga, harus mengurangi limbah kami, sedangkan administrasi dan pemerintah pusat harus serius dalam penegakan hukum. Jakarta harus mengerahkan pasukan oranye yang terkenal untuk tidak mengambil sampah orang-orang yang tidak tahu, tetapi untuk menangkap serasah sampah dan pembakar sampah. Kota-kota lain harus mengerahkan personel ketertiban umum untuk menindak pembakaran sampah.

Jika kita tidak melakukan apa pun tentang sampah kita sendiri dan tidak bertanggung jawab atas kekacauan kita sendiri, kita memang seharusnya berharap tersedak oleh kelalaian kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *