Baris senjata radar menyala antara Korea Selatan dan Jepang

senjata radar menyala antara Korea Selatan dan Jepang. Foto selebaran yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan ini menunjukkan sebuah kapal angkatan laut Korea Selatan menembakkan rudal anti-kapal selama latihan angkatan laut di lepas pantai timur Korea Selatan pada 19 Mei 2015. Militer Korea Selatan mengatakan pihaknya mengadakan latihan tembakan langsung pada 19 Mei di lepas pantai timur negaranya yang melibatkan rudal anti-kapal dan pesawat tempur setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik yang diluncurkan kapal selam yang dikutuk oleh Seoul dan Washington. AFP PHOTO / Kementerian Pertahanan Korea Selatan

Agen judi slot online – Perselisihan antara Seoul dan Tokyo meningkat pada Jumat setelah Jepang merilis video yang katanya mendukung klaimnya bahwa kapal perang Korea Selatan telah mengunci sistem penargetan senjata ke pesawat Jepang.

Korea Selatan mengecam pembebasan rekaman itu dan mengulangi penolakannya terhadap tuduhan Jepang.

Ketegangan berkobar sejak Jepang menuduh bahwa sebuah kapal perusak Korea Selatan pekan lalu mengarahkan radar pengontrol kebakarannya ke sebuah pesawat patroli maritim Jepang di Laut Jepang di lepas pantai timur Korea Selatan.

Seoul membantah tuduhan itu, dengan Judi slot online mengatakan kapal itu hanya mencari kapal nelayan Korea Utara yang hanyut di dekat perbatasan laut antar-Korea.

Dalam upaya untuk meredakan ketegangan, otoritas pertahanan dari kedua belah pihak mengadakan konferensi video pada hari Kamis dan “bertukar pendapat mengenai kebenaran dan analisis teknis untuk menghilangkan kesalahpahaman,” kata kementerian pertahanan Korea Selatan.

Tetapi kementerian pertahanan Jepang pada hari Jumat merilis di beranda sebuah video 13 menit yang difilmkan oleh pesawat yang katanya mendukung tuduhannya.

Tokyo mengatakan rekaman itu berisi adegan-adegan di mana pesawat itu dihantam berkali-kali oleh radar pengontrol kebakaran.

“Kami menyatakan keprihatinan dan penyesalan yang dalam” atas pembebasan rekaman secara sepihak, kata kementerian pertahanan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan, Jumat.

“Seperti yang telah kami nyatakan berulang kali, perusak Gwanggaeto sedang melakukan operasi penyelamatan normal dan tetap sebagai fakta bahwa kapal tidak menggunakan” radar pengontrol kebakaran, katanya.

“Sebaliknya, sangat mengecewakan bahwa pesawat patroli Jepang melakukan penerbangan ketinggian rendah dengan cara mengancam terhadap kapal kami yang terlibat dalam misi penyelamatan kemanusiaan,” katanya.

Itu menepis rekaman karena gagal berdiri sebagai bukti karena hanya menunjukkan adegan kapal dari pesawat yang berputar-putar.

Pertengkaran itu semakin memperumit hubungan yang tegang antara para tetangga yang terlibat pertikaian tentang klaim Tokyo atas pulau terpencil yang dikendalikan oleh Seoul dan penolakan Jepang atas tanggung jawab hukum atas kekejaman perang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *