Tiga belas petugas polisi mempertanyakan kematian demonstran mahasiswa di Kendari

Tim investigasi internal Kepolisian Nasional sedang memeriksa 13 petugas polisi setelah demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara, mengakibatkan kematian dua mahasiswa dari Universitas Halu Oleo pekan lalu.

Agen judi casino online – Sebagai bagian dari penyelidikan, tim juga menyita 13 senjata api dari para petugas, juru bicara Kepolisian Nasional Brig. Jenderal Dedi Prasetyo berkata.

“[Tim] telah memeriksa 13 petugas polisi yang memiliki senjata api. Temuan ini akan ditinjau oleh Kepala Brigjen Polisi Sulawesi Tenggara yang baru dilantik. Jenderal Merdisyam, ”katanya pada hari Senin, lapor kompas.com.

Tim menemukan tiga peluru, katanya. Peluru-peluru tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan balistik dan pengujian Sistem Identifikasi Judi casino online Sidik Jari Indonesia Otomatis (Inafis) di laboratorium forensik di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebagai bagian dari penyelidikan, kepala polisi yang baru juga akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait, seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Ombudsman Sulawesi Tenggara, Dedi menambahkan.

Kepala Ombudsman Sulawesi Tenggara Mastri Susilo mengatakan, dua peluru ditemukan di lokasi yang berbeda, yaitu di gerobak pedagang kaki lima di Jl. Abdullah Silondae, Kendari, dan di paha seorang wanita hamil bernama Putri.

“Kami [Ombudsmen Sulawesi Selatan] belum tahu di mana peluru ketiga ditemukan. Tetapi polisi telah menyisir tempat kejadian dan menemukan tiga peluru dan tiga selongsong peluru, ”katanya pada hari Senin, lapor kompas.com.

Dia menjelaskan bahwa 13 perwira polisi diperiksa karena diduga tidak mengikuti protokol polisi dalam menangani mereka yang berkumpul di depan gedung Dewan Legislatif Sulawesi Tenggara (DPRD) pada hari Kamis.

Dua mahasiswa Universitas Halu Oleo tewas setelah mengambil bagian dalam protes yang berakhir dengan bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa.

Seorang siswa yang diidentifikasi sebagai La Randi meninggal pada Kamis sore setelah menyerah pada apa yang telah dikonfirmasi oleh polisi adalah luka tembak setelah ditembak oleh pelaku yang tidak dikenal, sementara seorang siswa lain, Muhammad Yusuf Fardawi meninggal pada Jumat pagi setelah menjalani operasi untuk cedera kepala yang parah.

Jokowi telah menyerukan penyelidikan atas kematian mereka dan memerintahkan Kepala Kepolisian Nasional Jenderal Tito Karnavian untuk menyelidiki seluruh pasukan polisi.

Selain itu, tim investigasi telah meminta divisi urusan internal kepolisian untuk memeriksa tim koordinasi yang bertanggung jawab selama insiden tersebut, serta memeriksa prosedur polisi untuk menangani demonstrasi.

13 petugas polisi ditahan di markas polisi sementara penyelidikan selesai. (sau)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *